Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan
Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika
kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
Setelah melakukan penelitian terhadap berbagai cairan untuk
membandingkan liur manusia, anjing, dan kucing, Dr. Gen Gustafsirl
menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, kemudian
manusia memiliki seperempat dari anjing, lalu pada kucing terdapat
setengah dari kuman manusia.
Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
Kucing tidak menyukai air. Ini karena air tempat yang sangat subur untuk
tumbuhnya bakteri, terlebih lagi pada air yang tergenang. Kucing
menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya.
Ia menjauh dari panas matahari, tidak dekat dengan air. Tujuannya supaya
bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor minimnya
kuman pada tubuh kucing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar