Jumat, 24 April 2015

fakta unik cacing planaria

Jika tangan dan kaki kita dipotong, kemungkinan kita masih bisa hidup. Namun jika kepala kita yang dipotong, tentu tidak ada kemungkinan lain kecuali mati, karena akan terlihat sangat mengerikan jika kita masih hidup tanpa kepala … :)
Namun bagi cacing planaria, pemenggalan kepala mereka, sama sekali tidak membuat mereka mati. Mereka akan terus hidup. Cacing pipih air tawar ini memiliki kemampuan langka untuk menumbuhkan kembali kepalanya (ataupun tubuhnya) setelah dipenggal.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Kemampuan planaria untuk meregenerasi organ-organ vitalnya sangat luar biasa, bahkan bagi standar cacing. Seluruh tubuhnya dapat tumbuh kembali, dari kepala hingga ke ekor, bahkan dari fragmen kecil dari hewan ini.
Planaria dapat dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dan masing-masing bagian dapat beregenerasi menjadi organisme lengkap. Sel di lokasi luka potong berkembang biak untuk membentuk protoplasma yang akan berdiferensiasi menjadi jaringan baru dan regenerasi bagian yang hilang dari potongan. Fitur inilah yang memberi mereka sebutan terkenal sebagai “Tetap abadi di Sisi Kilau Belati”.

Diperkirakan meskipun organisme ini dipotong hingga sekecil 1/279 dari tubuhnya, bagian kecil yang dipotong ini dapat beregenerasi kembali menjadi organisme lengkap selama beberapa minggu. Jaringan baru dapat tumbuh karena pluripotent stem cells memiliki kemampuan untuk membuat semua jenis sel. Stem cells dewasa yang disebut neoblasts, adalah sel-sel yang hanya berkembang biak pada cacing, dan mereka berdiferensiasi menjadi keturunan yang menggantikan sel tua. Selain itu, jaringan yang ada direnovasi untuk mengembalikan simetri dan proporsi planaria baru yang terbentuk dari potongan sebuah organisme.
Organisme itu sendiri tidak harus benar-benar dipotong-potong sehingga tiap potongan terpisah agar fenomena regenerasi terjadi. Bahkan, jika kepala planaria dipotong tengah nya, dan masing-masing potongan tetap melekat pada organisme, Planaria tersebut akan menumbuhkan dua kepala dan terus hidup.

Kekuatan regenersinya juga meliputi tumbuhnya otak baru. Selama tahun 60-an, peneliti telah penasaran, apakah cacing bisa membangkitkan memorinya yang hilang, tetapi penelitian saat itu belum bisa menjawabnya.
Sebuah studi baru dari Universitas Tufts, menjawab pertanyaan diatas. Tim ahli biologi melatih cacing-cacing planaria kecil (masing-masing panjangnya hanya 1 cm) untuk menemukan makanan yang tersembunyi di tengah dasar cawan petri yang kasar. Makanan itu diterangi oleh sinar cahaya terang. Karena planaria lebih memilih untuk mengendap-endap di sekitar pinggiran yang gelap, ini membantu memastikan bahwa cacing cacing ini belajar perilaku baru.

Tim juga menggunakan teknologi video-pelacakan untuk mengkonfirmasi apa yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri: Planaria berkenalan dengan medan cawan petri yang kasar menemukan makanan terang benderang lebih cepat daripada rekan-rekan mereka. Terlebih lagi, mereka mampu melakukannya dengan mudah ketika mereka disingkirkan dari cawan, dan setelah dua minggu kemudian dikembalikan lagi untuk tes baru. (2 minggu adalah waktu yang diperlukan bagi mereka untuk menumbuhkan kembali kepala mereka)
Kemudian mereka dipenggal!
Setelah 14 hari secara harfiah kehilangan pikiran mereka, cacing-cacing, yang kini memiliki otak baru, ditempatkan kembali di cawan petri dengan cahaya terang bersinar di atas makan siang mereka.
Meskipun mereka tidak dapat segera menemukan makanan mereka, namun mereka dapat dengan mudah menemukan makanan lagi setelah satu sesi pelatihan – jauh lebih cepat daripada rekan-rekan mereka yang tidak terlatih dan tak pernah terpenggal.
Pemenggalan planaria ini menunjukkan bukti bahwa memori mereka juga kembali setelah regenerasi kepala baru. Adapun di mana mereka menyimpan memori atau bagaimana cacing yang telah terpenggal dapat dengan cepat mempelajari kembali perilaku lama setelah mereka memiliki kepala baru, masih belum terjawab.
Menurut The Verge, beberapa peneliti berpikir bahwa memori cacing disimpan di tempat lain dalam tubuh mereka, atau sebaliknya bahwa otak cacing mungkin telah memodifikasi sistem saraf mereka, dan sistem saraf mereka mungkin kemudian memutuskan bagaimana otak baru dibentuk selama pertumbuhannya kembali.
Ini Alasan Kenapa Kulit Zebra Berwarna Hitam Putih
(Foto: Dailymail)


Ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan alasan di balik belangnya kulit zebra.

Penelitian sebelumnya menyatakan belang pada kulit zebra ini sebagai bentuk pertahan diri dari singa maupun gigitan serangga di Afrika.

Namun, ada teori lain yang menyebutkan bahwa belang zebra berguna untuk kamuflase di habitat mereka agar tidak mudah terlihat mangsa.

Tetapi pada kenyataanya zebra justru lebih suka berkeliaran di padang rumput yang terbuka.

Penelitian terbaru ini dilakukan oleh ilmuwan dari Amerika Serikat ini lantas membantah hasil dari penelitian sebelumnya.

Munculnya belang pada kulit zebra adalah bukan untuk melindungi diri dari mangsa atau sebagai kamuflase, namun sebagai bentuk adaptasi dengan suhu Afrika yang sangat panas.

DailyMail melansir, Ilmuwan beranggapan bahwa belang yang terdapat di kulit zebra berfungsi layaknya AC.

Kombinasi warna hitam dan putih dipercaya mempengaruhi penyerapan panas yang akhirnya menciptakan aliran udara yang menyejukkan dalam tubuh zebra.

Ternyata zebra yang tinggal di daerah lebih panas mempunyai belang hitam yang tipis, sementara yang tinggal di daerah lebih sejuk mempunyai belang hitam lebih tebal.

Hasil itu diperoleh setelah ilmuwan dari Amerika serikat mengadakan penelitian ratusan zebra di 16 habitat yang berbeda.

Sebelum teori baru ini muncul, ilmuwan percaya bila belang pada kulit zebra berfungsi untuk mekanisme pertahanan terhadap singa dan menghindari gigitan serangga yang cukup berbahaya di Afrika.

kenapa warna tubuh zebra hitam putih?

Ini Alasan Kenapa Kulit Zebra Berwarna Hitam Putih
(Foto: Dailymail)
 

Ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan alasan di balik belangnya kulit zebra.

Penelitian sebelumnya menyatakan belang pada kulit zebra ini sebagai bentuk pertahan diri dari singa maupun gigitan serangga di Afrika.

Namun, ada teori lain yang menyebutkan bahwa belang zebra berguna untuk kamuflase di habitat mereka agar tidak mudah terlihat mangsa.

Tetapi pada kenyataanya zebra justru lebih suka berkeliaran di padang rumput yang terbuka.

Penelitian terbaru ini dilakukan oleh ilmuwan dari Amerika Serikat ini lantas membantah hasil dari penelitian sebelumnya.

Munculnya belang pada kulit zebra adalah bukan untuk melindungi diri dari mangsa atau sebagai kamuflase, namun sebagai bentuk adaptasi dengan suhu Afrika yang sangat panas.

DailyMail melansir, Ilmuwan beranggapan bahwa belang yang terdapat di kulit zebra berfungsi layaknya AC.

Kombinasi warna hitam dan putih dipercaya mempengaruhi penyerapan panas yang akhirnya menciptakan aliran udara yang menyejukkan dalam tubuh zebra.

Ternyata zebra yang tinggal di daerah lebih panas mempunyai belang hitam yang tipis, sementara yang tinggal di daerah lebih sejuk mempunyai belang hitam lebih tebal.

Hasil itu diperoleh setelah ilmuwan dari Amerika serikat mengadakan penelitian ratusan zebra di 16 habitat yang berbeda.

Sebelum teori baru ini muncul, ilmuwan percaya bila belang pada kulit zebra berfungsi untuk mekanisme pertahanan terhadap singa dan menghindari gigitan serangga yang cukup berbahaya di Afrika.

Senin, 13 April 2015

10 Fakta Unik Cacing

#Fakta Unik tentang cacing 1 ~
Ketika cacing tanah membuat lubang ke dalam tanah, ini akan menyebabkan akar tanaman lebih subur atau berkembang lebih cepat.*Banyak cacing tanah makin subur ☺

#Fakta Unik tentang cacing 2 ~
Cacing tanah hanya akan memakan sesuatu yang dulunya pernah hidup. Jadi hanya memakan makhluk hidup yang sudah mati. *Gak mungkin cacing makan batu! 

#Fakta Unik tentang cacing 3 ~
Apabila cacing terpotong menjadi dua atau beberapa bagian, maka hanya bagian yang mempunyai kepala yang bertahan hidup. 

#Fakta Unik tentang cacing 4 ~
Lebih dari 3.000 spesies cacing tanah hidup di dunia. 

#Fakta Unik tentang cacing 5 ~
Cacing adalah hewan "hermaprodite" yaitu hewan yang memiliki alat reproduksi ganda, jantan dan betina.
*Jangan tanya saya cara kawinnya bagaimana!

 #Fakta Unik tentang cacing 6 ~
Cacing tidak bisa melihat maupun mendengar! *nasib nasib tunanetra, tunarungu pulak

#Fakta Unik tentang cacing 7 ~
Cacing tanah tidak punya paru-paru tetapi menggunakan kulitnya untuk bernafas. *buat sobat yg nafasnya bau, bisa belajar sama cacing, bernafas dg kulit ☺

#Fakta Unik tentang cacing 8 ~
Cacing memiliki 1(satu) hingga 5(lima) pasang bagian hati. Jadi hatinya bisa sampai sepuluh.
*Wah berarti cacing romantis dong.... kan hatinya banyak. Silahkan bila ada yang mau menjadikan cacing pacar. Dijamin si cacing tidak bakal selingkuh.

#Fakta Unik tentang cacing 9 ~
Cacing adalah hewan berdarah dingin, tubuhnya terdiri dari 80 % air.
*Apa-apan ini? manusia kok kalah? Kan manusia cuma 70% air di tubuhnya. Ayo kita banyak minum sob... biar tidak kalah dengan cacing!

#Fakta Unik tentang cacing 10 ~
Cacing bisa hidup sekitar 3-4 tahun, tapi beberapa spesies cacing ada yang bisa hidup sampai 15 tahun.

4 fakta tentang katak

1. Katak termasuk dalam Ordo Anura atau ordo terbesar dari tiga kelompok amfibi.
Ada tiga kelompok amfibi. Kadal air dan salamander (Ordo Caudata), caecilian (Ordo Gymnopiona), serta katak dan kodok (Ordo Anura).
Dari sekitar 6.000 spesies amfibi, sekitar 4.380 termasuk dalam Anura.
2. Tidak ada perbedaan taksonomi antara katak dan kodok.
Istilah “katak”, dan “kodok” merupakan istilah informal dan tidak mencerminkan adanya perbedaan taksonomi.
Secara umum, kodok digunakan untuk menyebut spesies yang memiliki kulit kasar dan berkutil.
Sedangkan katak merupakan istilah untuk menyebut pada spesies yang memiliki kulit halus dan lembab.
3. Katak memiliki empat jari pada kaki depan dan lima jari pada kaki belakang.
Bentuk kaki katak bervariasi tergantung pada habitatnya.
Katak yang menghuni lingkungan basah memiliki kaki berselaput sementara katak pohon memiliki semacam cakram pada kaki untuk membantu memanjat permukaan vertikal.
Sementara beberapa spesies lain memiliki struktur seperti cakar pada kaki belakang yang digunakan untuk menggali.
4. Gerakan melompat pada katak digunakan untuk menghindari predator, bukan sebagai gerakan normal.
Banyak spesies katak memiliki tungkai belakang yang besar dan berotot yang memungkinkan mereka untuk meluncurkan diri ke udara.

Minggu, 12 April 2015

jaring laba-laba lebih kuat dari baja?

jika di rumah ada sarang laba-laba, coba perhatikan dengan saksama. Secara kasat mata sarang itu terbuat dari benang tipis. Namun, jangan remehkan kekuatannya. Dahsyat man! 

Iseng-iseng, cobalah dekatkan jari tangan ke salah satu benang pembentuk sarang laba-laba. Lalu cobalah untuk memutuskan benangnya. Benang tipis itu tidak akan putus, tapi justru membelit jari tangan kita. Kekuatan benang itu baru terlihat manakala ada lalat atau serangga yang terbang hendak menerjangnya. Meski kecil, kecepatan terbang serangga itu tak bisa dibilang lambat. Namun, loloskah serangga itu? Bisa dijamin lalat atau serangga itu tak akan lolos dari jerat sarang laba-laba. Padahal, kalau dihitung dengan rumus momentum, beban yang diterima sarang itu pastilah tidak kecil.

Para ilmuwan sudah mengakui kekuatan jaring laba-laba. Benangnya lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Padahal, baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia. Selain itu, benang laba-laba memiliki gaya tegang 150.000 kg/m2. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban 150 mobil! 
Kekuatan benang laba-laba merupakan teka-teki yang menarik untuk dipecahkan. Selama bertahun-tahun para peneliti berusaha untuk menguak rahasia kekuatan benang jaring laba-laba ini. Dalam Proceeding The National Academy of Science Amerika Serikat yang dipublikasikan Juni 2002 diungkapkan, pihak Angkatan Darat Amerika Serikat (AD AS) bekerja sama dengan para peneliti dari Universitas California Santa Barbara. AD AS tertarik dengan kekuatan benang laba-laba dan mencoba menggunakannya sebagai material untuk bahan rompi tahan peluru, baju tempur, tali-temali peralatan tempur, dan lain-lain.

Ilmuwan sendiri sudah mulai menggunakan benang laba-laba sebagai model untuk membuat kevlar, yakni bahan pembuatan jaket antipeluru. Peluru mempunyai kecepatan 150 m/detik dan dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya kecuali barang yang terbuat dari kevlar. Namun, benang laba-laba yang lebih tipis dari selembar rambut manusia dan lebih ringan dari kapas ini justru 10 kali lipat lebih kuat daripada kevlar.

Yang lain memfokuskan penelitian pada zat protein yang terkandung dalam serat yang dikeluarkan laba-laba untuk menjerat mangsanya yang terperangkap di dalamnya. Helen Hensma, peneliti utama riset dan ajun profesor bidang fisika Universitas California Santa Barbara mengungkapkan bahwa benang jaring yang dikeluarkan laba-laba merupakan material campuran. Bahan ini terdiri atas kristal dan sebagian lain bahan yang elastis. Tiap-tiap molekul tunggal memiliki kedua gabungan itu.

Menurut Kaplan, profesor teknik biomedis Universitas Tufts, protein untuk membuat jaring itu disimpan dalam struktur seperti sabun yang disebut pseudomicelle yang membuatnya berbentuk seperti agar-agar selama berada dalam kelenjar. Struktur setengah stabil itu menjaga agar protein tidak mengkristal terlalu cepat hingga saatnya dipintal.

Apabila waktu dan kekentalannya tepat, struktur yang terbentuk dalam kelenjar laba-laba dapat dengan mudah berubah menjadi serat yang kuat saat dikeluarkan sebagai jaring. Dalam proses ini, kandungan air merupakan hala yang sangat penting, karena pengkristalan yang terlalu dini bisa menyebabkan penyumbatan pada sistem pembuatan jaring di tubuh laba-laba.

Kaplan dan rekannya, Hyoung Joon Jin, mengamati bahwa laba-laba selalu mengontrol kecepatan larut, kekentalan, dan struktur protein dalam kelenjar pembuat jaringnya. Ketika kekentalan itu mencapai tingkat yang tepat, saat itu pula laba-laba memulai memintal jaringnya. Oleh karena itu mereka menyimpulkan, rahasia kekuatan jaring laba-laba terletak pada waktu pembuatannya.

Bagaimana proses protein mengatur susunan struktur sehingga berwujud benang serat laba-laba, menjadi titik fokus para peneliti di Universitas California Santa Barbara. Dengan menggunakan mikroskop atom dan perangkat molekul para peneliti berhasil mendapatkan petunjuk berharga dari pencitraan gambar dan pengangkatan molekul protein yang terjadi. Mereka mendapatkan gambaran bahwa proses penguraian molekul protein dari lipatan-lipatannya berjalan secara modular. Dalam kejadiannya terdapat ikatan mekanik yang terlepas jika sedang menerima beban dan kembali ke wujud semula ketika beban menghilang.
Lalu, dari mana dan bagaimana sih benang laba-laba tadi? Jaring laba-laba dibuat oleh sebuah "alat" yang terletak di ujung ekornya. Alat ini merupakan saluran berbentuk silinder atau kerucut kecil yang jumlahnya bervariasi antara 1 - 4 pasang. Melalui lubang ini benang jaring-jaring dibuat dalam bentuk kelenjar, yang kemudian dikeluarkan sebagai benang-benang halus.

Ketika laba-laba membangun jaringnya, sebuah keajaiban nyata terjadi. Mula-mula laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara. Aliran udara akan membawa benang itu ke tempat tertentu sebagai tempelan benang. Setelah itu pekerjaan konstruksi jaring-jaring laba-laba pun dimulai. Sebuah jaring dapat dianyam selama satu jam atau lebih.

Ada dua benang yang membentuk jaring laba-laba. Yaitu benang yang lengket dan tidak lengket. Mula-mula laba-laba akan menarik benang yang kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar untuk mempersiapkan kerangka jaringnya dengan banyak jari-jari. Kemudian ditambahkan pula benang pijakan yang digunakan sewaktu memintal benang spiral. Untuk membuat benang spiral, ia menggunakan benang yang kendur dan lengket. Saat memintal benang spiral, laba-laba membuat pijakan. Pembuatan jaring-jaring akan selesai setelah benang spiral mendekati bagian tengah.

Laba-laba sangat tergantung pada jaring-jaring yang dibuatnya. Selain berfungsi sebagai perangkap mangsa, jaring-jaring itu digunakan untuk tempat berkembang biak. Dengan jaring-jaringnya, laba-laba dapat memangsa serangga yang terbang walaupun ia sendiri tidak bisa terbang. Laba-laba membungkus telurnya dalam kepompong yang terbuat dari pintalan benang-benang untuk melindunginya dari bahaya.

Laba-laba yang tidak memintal jaring menggunakan benang-benang untuk menempeli sarang persembunyian dan lorong-lorongnya. Benang-benang itu dibentangkan untuk mencegah agar tidak tertiup angin. Bentangan ini juga berfungsi untuk jalan bagi laba-laba jantan menuju laba-laba betina. Dengan begitu, benang-benang ini memiliki peran penting dalam ritual percumbuan dan perkawinan. Kebanyakan laba-laba jantan akan membuat semacam permadani sutra kecil untuk menyimpan sperma mereka.

Penelitian terhadap jaring laba-laba masih terus dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas teka-teki alam ini. Sedikit demi sedikit misteri kekuatan jaring laba-laba mulai terkuak. Suatu saat, bila kita dapat membuat jalinan sutera sekuat benang laba-laba, maka kita bisa menciptakan alat berkekuatan luar biasa.

kambing bisa pingsan?

Di Tennessee, Amerika Serikat, pada beberapa peternakan Anda dapat menemukan kambing pingsan. Bahkan ada tahunan "Kambing Musik dan Lebih Festival" di Marsekal County.
Tentu saja, ada alasan di balik nama mereka.
Otot-otot kambing pingsan akan lumpuh kira-kira 10 detik saat kambing yang terkejut.
Biasanya, kambing muda akan menjadi lumpuh dan jatuh, kambing yang lebih tua belajar untuk menyebarkan kaki mereka atau bersandar pada sesuatu ketika terkejut, dan sering mereka terus berjalan tentang di shuffle.

karakteristik ini disebabkan oleh kelainan genetik keturunan disebut congenita myotonia.
Tetapi ketika kambing dalam kondisi ini, tidak merasa sakit.
Meskipun tubuhnya yang lumpuh, ia tetap sadar.
Kambing ini juga disebut kambing gugup, kambing kaki kaku dan kambing kaki kayu.

kenapa kucing takut air?

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.

Setelah melakukan penelitian terhadap berbagai cairan untuk membandingkan liur manusia, anjing, dan kucing, Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, kemudian manusia memiliki seperempat dari anjing, lalu pada kucing terdapat setengah dari kuman manusia.

Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

Kucing tidak menyukai air. Ini karena air tempat yang sangat subur untuk tumbuhnya bakteri, terlebih lagi pada air yang tergenang. Kucing menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya.

Ia menjauh dari panas matahari, tidak dekat dengan air. Tujuannya supaya bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor minimnya kuman pada tubuh kucing.